Dipercaya bahwa sebagian besar orang Eropa masih jarang yang mandi sehingga tidak membutuhkan handuk. Namun demikian, orang-orang kaya bisa mandi setiap hari dan mereka menggunakan semacam kain seperti handuk untuk mengeringkan badan. Kain ini sangat mahal harganya dan oleh karenanya dikategorikan sebagai barang mewah.
Tahun 1841, orang Prancis mulai membuat handuk dengan mesin
dari kain sutra. Tahun 1851, Samuel Holt untuk pertama kalinya membuat
handuk dari Cotton dan dipamerkan di Crystal Palace, London. Ketika
berkunjung ke pameran ini, Ratu Victoria sangat terkesan (takjub) dan
beliau menganugrahkan medali emas bagi Samuel Holt dan bahkan memesan 6
lusin handuk untuk istana.
Segera setelah itu, handuk menjadi barang kebutuhan
rumahtangga karena harganya mulai murah dan gampang digunakan. Tahun
1863, Samuel Holt berimigrasi ke Amerika Serikat dan mendirikan pabrik
handuk di Peterson, New Jersey. Tidak lama kemudian handuk dikenal dan
menyebar keseluruh dataran Amerika.
Sampai beberapa tahun warna handuk masih tetap putih polos
karena kamar mandi juga berwarna putih. Tahun 1925, handuk berwarna
mulai dipasarkan.
Orang-orang kaya dan terkenal kurang menyukai bahwa handuk
yang mereka pakai sama dengan yang dipakai oleh orang kebanyakan. Oleh
karena itu mereka mulai memesan khusus handuk dengan monogram atau logo
pribadi mereka.
Milton Weigler dari New York kemudian mulai memproduksi
handuk dengan monogram atau logo khusus sesuai permintaan dan segera
saja hal ini menyebar keseluruh dunia.
Tahun 1970, raja Saudi Arabia, King Khalid membayar $100/pcs untuk handuk produksi Weigler dengan print logo kerajaannya.
sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6322955

0 komentar:
Posting Komentar