Senin, 16 Maret 2015

PENEMU HURUF BRAILE

22.50

Dikisahkan ada seorang ayah yang mengajarkan pada anaknya yang baru berumur 9 thn bgm cara membuat sepatu.

Suatu hari pisau yang di pakai untuk memotong bagian-bagian dari sepatu tersebut jatuh dari meja & terpental mengarah ke wajah si anak & melukai mata anaknya, bahkan mengakibatkan kebutaan permanen.
Dalam kesedihannya sang ayah memasukkan ia ke sekolah khusus untuk orang buta & di sana anak itu belajar membaca dengan menggunakan balok kayu yang diukir dalam bentuk huruf latin.
Karena balok² itu besar, berat & sulit untuk di pegang, si anak pun berpikir bahwa pasti ada cara lain yang jauh lebih mudah agar orang buta dapat membaca dengan lancar & efektif.
Selama bertahun-tahun ia mencoba mencari ide & ingin mengembangkan cara membaca bagi orang buta dgn membuat titik pada lembaran kertas.
Dlm membuat titik lubang pada kertas itu ia menggunakan pisau yang ada di ruang kerja ayahnya & pisau itu juga yang sebetulnya melukai matanya.
Akhirnya anak itu pun berhasil menghasilkan sebuah alat bantu membaca yang sangat ringan & sangat mudah di gunakan oleh setiap orang buta untuk belajar membaca & sekaligus utk membuat tulisan khusus untuk orang buta.
Nama anak tersebut adalah Louis Braille.
Karya Braile telah menjadi berkat luar biasa bagi banyak orang buta di dunia ini & karyanya telah di pakai utk penulisan buku dari berbagai aspek pengetahuan yang ada di dunia ini.
”Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu”
Louis Braille tidak mau menyalahkan keadaan atau pun TUHAN, bahkan Louis Braille tidak mau menyerah kalah terhadap tragedi yang menimpa dirinya.
Di dalam semua penderitaan & masalah selalu ada peluang untuk menjadi lebih baik daripada menyerah & dikalahkan tragedi.

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 komentar:

Posting Komentar

 

© 2013 AULIA LAILY. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top