Usus buntu atau sekum (bahasa latin : caecus, "buta") dalam istilah anatomi adalah suatu kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon menanjak dari usus besar. organ ini ditemukan pada mamalia, burung dan beberapa jenis reptil. Sebagian besar herbivora memiliki sekum yang besar, sedangkan karnivora eksklusif memiliki sekum yang kecil, yang sebagian atau seluruhnya digantikan oleh umbai cacing.
Usus buntu dalam bahasa Latin disebut sebagai Appendix vermiformis, organ ini ditemukan pada manusia, mamalia, burung dan beberapa jenis reptil. Pada awalnya organ ini dianggap sebagai organ tambahan yang tidak mempunyai fungsi, tetapi saat ini diketahui bahwa fungsi apendiks adalah sebagai organ imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresi immunologlobulin (suatu kekebalan tubuh) yang memiliki/berisi kelenjar limfoid.
Usus buntu atau appendix dan anak limpa yang dahulu dianggap tidak bermanfaat bahkan merugikan karena berpotensi menyebabkan radang usus buntu, sesungguhnya memiliki keutamaan fungsi tersendiri. Melalui hasil studi yang dilakukan di Mount Sinai School of Medicine, justru organ ’sampah’ inilah yang bekerja sangat keras. Usus buntu adalah organ penyimpanan bakteri baik yang membantu proses pencernaan makanan.
Fungsi Usus Buntu
“Sejarah terdahulu menyebutkan ada beberapa bagian tubuh manusia yang dikatakan tidak bermanfaat hanya karena ilmu medis belum memahami fungsi organ-organ tersebut dengan baik.”
Definisi Penyakit Usus Buntu
Appendicitis adalah kondisi dimana appendix anda membengkak dan terisi oleh nanah. Appendix adalah kantong berbentuk jari yang menonjol keluar dari usus besar pada bagian bawah sebelah kanan perut anda. Appendix ini belum diketahui fungsi pentingnya, tetapi bukan berarti tidak dapat menyebabkan masalah.
Appendicitis menyeabbkan nyeri yang dimulai dari sekitar pusar dan kemudian menjalar ke bawah perut bagian kanan. Appendicitis biasanya meningkat pada 12 sampai 18 jam dan dengan cepat menjadi sangat parah.
Appendicitis dapat berefek pada siapapun, tetapi paling sering terjadi pada mereka yang berusia 10 sampai 30 tahun. Pengobatan appendicitis standar adalah operasi untuk mengeluarkan appendix.
Gejala Penyakit Usus Buntu
Tanda dan gejala usus buntu (appendicitis) antara lain:
- Nyeri gatal yang dimulai dari sekitar perut dan sering manjalar ke perut bagian kanan bawah
- Nyeri yang menjadi tajam dalam beberapa jam
- Rasa kebal ketika anda menekan perut bagian kanan bawah
- Nyeri yang tajam pada perut bagian kanan bawah yang terjadi ketika area di tekan dan kemudian tekanan tersebut dilepas dengan capat
- Nyeri yang memburuk ketika anda batuk, berjalan atau membuat gerakan bergetar
- Mual
- Muntah
- Hilang nafsu makan
- Demam ringan
- Konstipasi
- Sulit buang angin
- Diare
- Bengkak pada daerah perut
Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab appendicitis dapat terjadi karena:
- Penyumbatan. Sisa makanan atau kotoran yang mengeras dapat terjebak di dalam lubang pada rongga perut yang mengisi appendix anda
- Infeksi. Appendicitis dapat juga dikarenakan infeksi, seperti infeksi virus gastrointestinal, atau mungkin karena jenis pembengkakan lainnya.
Pada kedua kasus, bakteri dapat menyerang dengan cepat, menyebabkan appendix meradang dan terisi oleh nanah. Jika tidak diobati secara benar, appendix dapat pecah.
Obat Usus Buntu Tradisional
Penyakit usus buntu merupakan penyakit yang menyerang daerah Apendix. Jika dibiarkan, hal ini akan mengakibatkan Apendix ini
rentan pecah. Oleh karena itulah, jika seseorang divonis penyakit usus
buntu, maka dokter menyarankan untuk dioperasi secepatnya.
Operasi inilah dilakukan untuk
menyembuhkan radang usus yang semakin membengkak. Namun, jika masih
berupa gejala usus buntu, untuk menghindari operasi sebaiknya Anda
menggunakan obat usus buntu tradisional. Obat ini membantu mencegah peradangan atau pembengkakan pada daerah Apendix atau usus buntu.
Penyakit usus buntu biasanya
disebabkan oleh bakteri yang menyebabkan infeksi, serta penyumbatan yang
terjadi disekitar lapisan saluran usus buntu atau Apendix yang diakibatkan oleh penumpukan feses atau tinja, penyakit cacing, benda asing, parasit, dan lain sebagainya.
Namun, kebanyakan kasus penyakit usus buntu, biasanya diakibatkan oleh penumpukan tinja atau feses yang menimbulkan bakteri Escherichia Colli menginfeksi Apendix. Sehingga terjadilah penyakit usus buntu yang dapat menyerang siapa saja.
berikut adalah obat tradisional untuk usus buntu :
1. Sambiloto
Daun sambiloto bisa digunakan
untuk mengobati penyakit usus buntu. Adapun bahan-bahan yang harus
disiapkan untuk mengobati usus buntu yaitu daun sambiloto 30 gram, 400
ml air, dan 1 sdm madu. Caranya, rebus sebanyak 30 gram daun sambiloto
yang sudah dibersihkan ke dalam 400ml air. Rebus hingga tersisa
setengahnya, lalu saring air rebusan tadi dan tambahkan 1 sdm madu
murni. Setelah dingin, minum ramuan tradisional ini sebanyak 3 kali
dalam sehari secara rutin.
2. Temulawak
Cara mengobati usus buntu
selanjutnya adalah dengan memanfaatkan temulawak. Adapun bahan-bahan
yang harus disediakan adalah temulawak segar 30 gram, kunyit 25 gram dan
500 ml air. Cara pengolahannya adalah cuci dan bersihkan temulawak dan
kunyit yang sudah disediakan, lalu rebus campuran temulawak dan kunyit
tersebut ke dalam 500 ml air hingga tersisa setengahnya. Setelah itu,
saring air rebusan tadi, lalu minum dengan teratur.
3. Mengkudu dan madu
Campuran mengkudu dan madu juga
berkhasiat menyembuhkan usus buntu. Bahan-bahannya adalah 1 sdm madu, 1
buah mengkudu masak. Cara pengolahannya cukup mudah, bersihkan mengkudu
terlebih dahulu hingga bersih, lalu parut buah mengkudu yang sudah
dibersihkan dan peras airnya. Ambil air mengkudu, lalu campurkan dengan 1
sdm madu. Setelah itu, minum ramuan tersebut sebanyak 2 kali sehari.
Ramuan tradisional di atas terbukti
berkhasiat untuk meredakan penyakit usus buntu yang diderita tanpa harus
menjalani operasi. Selain itu, menggunakan obat tradisional usus buntu lebih aman dan lebih murah!

0 komentar:
Posting Komentar