Jumat, 20 Maret 2015

DAKON atau CONGKLAK

06.21

Permainan ini adalah salah satu mainan tradisional Indonesia yang sangat di gemari terutama banyak di mainkan anak-anak wanita. Untuk kaum Adam mungkin permainan ini kurang begitu menarik.
Hasil gambar untuk sejarah permainan dakon
Congklak yang dipercayai berasal dari negeri Afrika atau Arab, namun permainan ini juga cukup identik permainan tradisional masyarakat Jawa. Selain di pulau Jawa, permainan ini dikenal juga di daerah lain, Congklak tersebar ke Asia melalui pedagang-pedagang Arab.
Di Indonesia permainan dikenali dengan nama congklak, di Filipina, sungka. Pada zaman dahulu, golongan istana bermain congklak dengan menggunakan papan congklak yang berukir mewah, sementara di kalangan rakyat jelata, dimainkan dengan mengorek lubang di dalam tanah dan mengunakan biji-bijian.
Permainan dakon atau congklak ini sangat mudah. Lubang pada papan congklak berjumlah 16 buah. Masing-masing sisi papan dakon terdapat 7 buah lubang dan 2 buah lubang di masing-masing pojokan/ujung papannya.
Permainan Congklak itu diperlukan 98 buah biji sawo/batu kerikil.  7 buah lubang itu diisi 7 buah biji untuk masing-masing lubangnya. Jadi, masing-masing pemain memiliki 49 buah biji kecil yang siap dijalankan.
Dan pada zaman yang semodern sekarang ini permainan congklak boleh dikatakan hampir tidak ada lagi alias sudah mulai ditinggalkan. tergerus oleh permainan yang menggunaan teknologi baru.

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 komentar:

Posting Komentar

 

© 2013 AULIA LAILY. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top