Kamis, 26 Februari 2015

NYONTEK

03.32


Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah mencontek. Mencontek dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti suatu kegiatan mencontoh, meniru, atau mengutip tulisan maupun pekerjaan orang lain sebagaimana mestinya. Mencontek selalu terkait dengan tes atau ujian. Kebiasaan mencontek seakan telah menjadi budaya di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Mencontek sangat merugikan diri sendiri. Namun, kini mencontek dianggap hal yang biasa. Hampir di setiap sekolah ada pelajar yang mencontek. Mereka tahu dampak dari mencontek, tapi mereka tidak malu untuk melakukannya. Mencontek bukan hanya mengikis kejujuran tapi juga telah mengikis rasa malu.

Sekolah adalah tempat untuk mencari ilmu, bukan untuk mencari nilai. Kebanyakan pencontek tidak menyadarinya. Mereka terobsesi untuk mendapatkan nilai bagus. Mereka tidak mau berjuang untuk mendapatkannya, melainkan menempuh jalan pintas. Mereka bangga ketika mendapatkan nilai bagus walaupun bukan hasil kerja keras mereka sendiri. Apalah arti nilai bagus jika kita tidak memahami ilmu yang harusnya kita perdalam. Ada juga siswa yang iri terhadap temannya yang memiliki nilai bagus hasil mencontek. Kemudian, siswa tersebut ikut mencontek agar nilainya tidak kalah. Hal-hal semacam itulah yang mengakibatkan budaya mencontek susah dihilangkan.

Dampak negatif dari mencontek tidaklah sedikit, antara lain :
1. Hilangnya rasa percaya diri. Siswa yang mempunyai kebiasaan mencontek akan selalu merasa tidak percaya dengan apa yang dia kerjakan. Dalam mengerjakan soal siswa tersebut merasa tidak yakin, sehingga timbul keinginan untuk melihat pekerjaan temannya. Jika rasa percaya diri sudah hilang kreativitas pun akan ikut terbunuh. Pencontek cenderung melakukan plagiarisme.

2. Malas belajar. Siswa yang mempunyai kebiasaan mencontek akan selalu mengandalkan contekan. Mereka akan semakin malas belajar. Dalam pemikiran mereka, tanpa belajar pun bisa mendapat nilai bagus, jadi mengapa harus belajar? Dengan begitu mereka hanya akan mendapat nilai bagus tanpa menguasai ilmu.

3. Bibit menjadi koruptor. Prinsip mencontek mirip dengan prinsip korupsi. Mencontek itu mengambil jawaban teman untuk mendapatkan nilai bagus. Sedangkan korupsi mengambil uang rakyat untuk mendapatkan kekayaan. Semakin sering mencontek, semakin besar peluang untuk korupsi. Angka korupsi di Indonesia ini sudah sangat tinggi. Apa kita mau mempermalukan negara kita tercinta ini dengan memperbanyak jumlah koruptor? Tentu tidak.


Jadi, sebaiknya mulai sekarang kita menghilangkan budaya mencontek dengan cara belajar dengan sungguh-sungguh, mendekatkan diri kepada Alloh SWT, meningkatkan rasa percaya diri, melawan rasa malas, dan meningkatkan kedisiplinan. Semoga budaya mencontek berangsur-angsur hilang dari kehidupan pelajar, khususnya di Indonesia.

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 komentar:

Posting Komentar

 

© 2013 AULIA LAILY. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top