Sering kali tubuh kita mengalami dehidrasi tanpa kita sadari.
Kita semua pasti tahu dan sadar
bahwa air merupakan urat nadi kehidupan manusia. Semua sistem dalam tubuh bergantung pada air.
Bahkan lebih baik kekurangan makanan daripada kekurangan air. Kurangnya air dalam tubuh dapat
menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi sendiri terjadi saat air dalam tubuh tidak mencukupi untuk
melakukan fungsi kerja tubuh secara normal. “Air adalah zat gizi yang esensial bagi tubuh, sehingga
kehilangan air sebanyak 20% saja bisa berakibat fatal,” kata Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS. SpGK,
anggota Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PGDMI) dalam acara diskusi hari Jumat (25/2) lalu.
Selama ini yang kita tahu tanda‐tanda dehidrasi hanya rasa haus. Tepi ternyata sering juga tubuh
kita mengalami dehidrasi tanpa merasa haus sama sekali. Menurut Dr. Luciana, justru dehidrasi tanpa
rasa haus itu yang lebih berbahaya. “Ketika muncul rasa haus, harus segera minum karena kalau
dibiarkan, rasa haus akan hilang yang berarti tingkat dehidrasi menjadi lebih tinggi,” kata Dr. Luciana.
Untuk kita ketahui, dehidrasi sendiri terbagi atas dehidrasi ringan‐sedang dan dehidrasi berat.
Ciri‐ciri dehidrasi ringan‐sedang adalah mulut kering dan lengket, mengantuk/lelah, haus, urin sedikit,
airmata kurang/kering dan otot lemah, dan sakit kepala/pusing/silau melihat sinar. Sedangkan ciri‐ciri
dehidrasi berat adalah haus berat, sangat mengantuk dan kebingungan, tidak berkeringat, urin sedikit
berwarna kuning gelap/tidak ada urin, mata cekung, menggigil, kulit kering dan elastisitas hilang,
tekanan darah rendah, nadi cepat, panas serta kesadaran menurun.
Dalam diskusi tersebut, Dr. Luciana juga memaparkan hasil studi terbaru tahun 2010 yang
dilakukan oleh 2 pakar gizi Amerika Serikat, Lawrence E. Armstrong, PhD dan Harris R. Lieberman, PhD.
Dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa dehidrasi dapat berdampak negatif pada tingkat kinerja,
kognitif dan mood. Kemampuan kognitif sendiri merupakan kemampuan intelektual kita. Jika kinerja
kognitif kita menurun biasanya konsentrasi dan kewaspadaan kita berkurang. Kita juga menjadi sulit
dalam mempersepsikan sesuatu, alias lemot.
Berdasarkan studi tersebut, dari sisi kemampuan fisik, jika kita kekurangan air 0,5%, hal ini akan
mengganggu kinerja jantung; kekurangan air 1% akan mengurangi stamina tubuh; kekurangan air 3%
akan mengurangi ketahanan otot; kekurangan air 4% akan melemahkan kekuatan otot dan kemampuan
gerak serta mengakibatkan heat cramp; kekurangan air 5% akan mengakibatkan kelelahan akibat haus,
kram, penurunan kemampuan mental; kekurangan air 6% akan mengakibatkan kelelahan fisik,
heatstroke dan koma.
Sedangkan dari sisi kognitif, dehidrasi sebesar 1,5% pada pada pria menyebabkan sulit
berkonsentrasi dan mengingat, lelah serta tegang. Sementara wanita lebih cepat terkena dampak
negatif dehidrasi yaitu ketika terjadi dehidrasi sebesar 1,3% dan menyebabkan lelah, mudah marah,
bingung, mengantuk, hilang konsentrasi, pusing dan kesulitan dalam menyelesaikan tugas.
Menurut Dr. Luciana, reaksi terhadap dehidrasi antara pria dan wanita berbeda karena
perbedaan fisiologi tubuh pria dan wanita. Wanita memiliki komposisi lemak lebih tinggi sementara pria
memiliki komposisi otot yang lebih tinggi. Pada wanita, komponen air memang lebih rendah selain juga
dipengaruhi oleh faktor hormonal sehingga lebih sensitif terhadap kekurangan cairan.
Dari studi 2 pakar tersebut juga membuktikan bahwa dehidrasi juga berdampak pada suasana hati
seseorang, misalnya orang yang mengalami dehidrasi akan merasa stres, depresi atau tegang.
Di dalam Pedoman Umum Gizi Seimbang disebutkan bahwa orang dewasa (di Indonesia)
disarankan untuk minum minimal 2 liter atau 8 gelas air setiap hari untuk memenuhi kebutuhan cairan
tubuh serta untuk menjaga kesehatan. “Yang paling baik untuk dehidrasi adalah air putih karena
mengandung berbagai mineral yang diperlukan oleh tubuh,” kata Dr. Luciana.
Namun walaupun kebutuhan akan air terpenuhi, ternyata tidak semua air minum memiliki
kualitas yang sama. Air putih yang baik dan aman untuk diminum harus mengandung mineral yang
berguna untuk kerja organ tubuh misalnya kalsium, magnesium, natrium, flouride, silika dan zinc dalam
jumlah yang cukup. Mineral berperan sebagai substrat dalam reaksi tubuh. Tanpa mineral yang cukup,
tubuh tidak dapat berfungsi optimal.
Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengisyaratkan bahwa air putih yang
aman dikonsumsi adalah air putih yang harus bebas dari mikroba pathogen serta harus jernih, bening
dan tidak berwarna, tidak berbau serta mengandung pH: 6‐8,5. Cara paling mudah untuk mengetahui
apakah air yang kita minum itu bersih atau tidak adalah dengan menerawang dan merasakannya.
Jika pada saat kita terawang ada sesuatu yang mengambang atau ada sesuatu di dalamnya artinya air
tersebut tidak bersih. Air putih yang bersih juga tidak memiliki aroma dan rasa saat kita minum.

0 komentar:
Posting Komentar