Bahan makanan yang diproses di industri kebanyakan
menambahkan zat aditif di dalamnya karena:
-Untuk meningkatkan mutu karena dikhawatirkan terjadi kerusakan
-zat selama pemprosesan maka ditambahkan vitamin-vitamin
tertentu.
-Menyedapkan rasa dan memberi aroma
-Untuk menghambat proses pembusukan
-Memberi warna sehingga kelihatan lebih menarik nampak lebih
segar
Zat-zat atau campuran yang ditambahkan pada makanan pada
waktu pembuatan,penyimpanan,dan pengepakan disebut zat aditif.
Beberapa fungsi zat aditif pada makanan yaitu:
A. Pengawet
Pengawet adalah zat aditif yang ditambahkan agar makanan tetap
segar,bau dan rasanya tidak berubah.
Zat yang sering digunakan antara lain adalah:
a. Butyl hidroksi anisole(BHA)dan butyl hidroksi toluene
(BHT).BHA dan BHT ditambahkan pada makanan kaleng
sebagai zat antioksidan,bertujuan untuk mencegah
terjadinya peristiwa oksidasi oleh oksigen di udara.
b. Natrium benzoat,asam benzoat,asam propionat dan gas
SO 2
Zat-zat ini dapat mencegah pembusukan karena mikroba-
mikroba. Asam benzoat dan asam propionat dapat
membantu memberi rasa kecut pada
makanan,misalnya:sari buah natrium benzoat dapat
menyebabkan warna daging tetap merah segar.
Penyedap rasa
Zat yang ditambahkan pada makanan agar lebih sedap
rasanya atau memberi rasa tertentu.
a. Monosodium glutamat
Zat ini ditambahkan pada makanan agar memberi rasa
gurih pada makanan.MSG misalnya terdapat di vetsin.
b. Sakarin,dulsin dan natrium siklamat
Zat-zat ini ditambahkan pada makanan agar memberi
rasa manis sebagai pengganti gula tebu.
Sakarin memiliki derejat kemanisan 500x gula tebu
Dulsin memiliki derejat kemanisan 250xgula tebu
Natrium siklamat memiliki derejat kemanisan 50xgula
tebu.
B. Penambah aroma
Umumnya zat sebagai penambah aroma adalah dari golongan ester.
Contoh : etil asetat,etil butirat,amil asetat,oktil asetat,propel
asetat,amil valerat,dan metal salisilat.
Penambah gizi
Ditambahkan pada makanan dengan tujuan agar meningkatkan
nilai gizi dari bahan makanan.hal ini dapat terjadi karena pada
proses pengolahan mineral dan vitamin yang ada pada makanan
tersebut terurai karena pemanasan,pencucian dsb.
Zat aditif yang biasanya ditambahkan adalah:
i. Vitamin A,B,D pada susu
ii. Vitamin C pada sari buah
iii. Mineral tertentu pada jenis minuman dan
makanan kaleng
iv. Yodium pada garam
C. Pewarna
Bertujuan untuk menambah daya tarik pembeli.
Zat pewarna yang sering ditambahkan pada makanan dapat
dibedakan menjadi 2 golongan yaitu:
i. Bahan pewarna alami
Diperoleh dari tumbuhan,misalnya warna hijau dari
klorofil,warna coklat dari gula aren,warna ungu dari
kulit anggur,warna kuning dari wortel dan kunyit
dsb.Umumnya zat warna alami tidak menimbulkan
efek samping bagi pemakai.
ii. Bahan pewarna sintetis
Yaitu bahan pewarna yang dibuat oleh manusia.
Ada 8 jenis zat warna turunan aniline yang
diperkenankan oleh badan FDA yaitu:
a) Alluna merah
b) Eritrosin
c) Biru birlian FCF
d) Indigokarmin
e) Kuning sumzet
f) Tartrazin
g) Hijau fast FCF
h) Benzyl violet
Pengatur pH
Salah satu yang menentukan stabil atau tidaknya komponen zat-zat
dalam makanan adalah pH dari cairan dalam makanan tersebut.
Zat yang biasanya digunakan adalah natrium karbonat.
Sekian sekilas info..

0 komentar:
Posting Komentar