Sabtu, 27 September 2014

OTODA DAN DEMOKRASI

07.57

Otonomi daerah sudah menggelinding berbarengan dengan reformasi. Ia merupakan
terobosan untuk memperkuat Indonesia sebagai sebuah negara bangsa dengan
mengakomodasi keragaman daerah. Akomodasi ini bukan untuk memperlemah, tapi
sebaliknya, untuk memperkuat Indonesia.
Dalam konteks itu otonomi daerah adalah sistem untuk membuat hubungan
kongruen antara pusat dan daerah. Sejauhmana kongruensi ini telah terbangun?
Dilihat dari sikap dan perilaku politik warga, otonomi daerah yang sudah berjalan
sampai hari ini belum mampu menjembatani kedaerahan dan keindonesiaan.
Hubungan antara kedaerahan dan keindonesiaan masih negatif, dan yang punya
sentimen kedaerahan dibanding keindonesiaan masih banyak. Selain itu, otonomi
daerah belum mampu menyerap keragaman dalam keindonesiaan.
Sumber utama dari belum mampunya otonomi daerah menjembatani kedaerahan
dan keindonesiaan, belum mampunya menciptakan sistem politik yang kongruen
antara pusat dan daerah, adalah kinerja otonomi daerah itu sendiri yang dinilai
publik belum banyak menciptakan keadaan lebih baik dibanding sistem
pemerintahan yang terpusat sebelumnya.
Akar dari belum berkinerja baiknya otonomi daerah terkait dengan evaluasi publik
atas kinerja pemerintah daerah. Evaluasi positif publik atas kinerja otonomi daerah
tergantung pada apakah kinerja pemerintah akan semakin baik, atau sebaliknya.
Bila tidak, maka sikap negatif publik pada otonomi daerah akan menjadi semkin
kuat, dan pada gilirannya akan semakin menjauhkan daerah dengan pusat,
kedaerahan dan keindonesiaan.
Namun demikian, tidak terkaitnya secara berarti antara otonomi daerah dan
keindonesiaan masih tertolong berkat demokrasi. Demokrasilah yang menggerus
kedaerahan, bukan otonomi daerah. Untungnya, demokrasi pula yang berhubungan
secara sistemik dengan otonomi daerah.
Demokrasi menjadi titik temu antara otonomi daerah dan keindonesiaan, dan
karena itu penguatan demokrasi menjadi prasarat bagi terbentuknya hubungan
yang kongruen antara keindonesiaan dan kedaerahan, antara otonomi daerah dan
NKRI. Bila demokrasi melemah, terutama dilihat dari kinerjanya, maka otonomi
daerah bukan memperkuat NKRI melainkan memperlemahnya.

Sekian. Terimakasih..

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 komentar:

Posting Komentar

 

© 2013 AULIA LAILY. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top